06 February 2011

"Baik vs Buruk" VS "Umum vs Beda"

Yeeeay! Akhirnya dapet ide untuk buat artikel di blog kesayangan kita semua, purisha.blogspot.com ( promosi seperti yang dilakukan oleh teman saya yang kebetulan blognya sangat fenomenal yang konon dulu bernama arcom.tk, namun sekarang secara misterius blog itu hilang tidak-tak-berjejak) sorry phis :D Okay tidak usah berlama-lama berhubungan dengan blog misterius itu, mari membahas judul di atas yang banyak "VS" nya. Mari kita pilah semua kata dalam judul (dengan sumsi sifat perbuatan)
1. Apakah yang disebut dengan baik?
Menurut KBBI
baik ->ba.ik [a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang
NB: yang nge-skip deskripsi di atas berarti masih waras :) Jadi, perbuatan "baik" itu merupakan suatu sifat manusia yang seharusnya dilakukan untuk melangsungkan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mencapai kedamaian dan keindahan serta kebahagiaan dalam hidup.
2. Kalau buruk? Apakah itu? Wah sepertinya pada gak tau arti kata ini ya? oke saya bahas jadi menurut KBBI,
buruk-> bu.ruk [a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain --; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb) , bu.ruk.an n Huk tanah yg ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pd suku Dayak di Kalimantan)
Jadi sekarang udah pada tau kan maksudnya buruk? Jadi perbuatan "buruk" adalah perbuatan yang tidak menyenangkan, yang merugikan, yang mendzalimi orang lain. Pokoknya merugikan deh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sekarang kita sudah menambah kosa kata baru "baik" dan "buruk" atau mungkin sebagian dari kita semua sudah tahu kata itu. Hanya sekedar tahu tidak mencapai tahap mengerti. Apa yang akan saya sampaikan akan dibahas setelah yang satu ini membahas kata yang lain.
3. Hmmm, kak kalo arti umum artinya? Huff, adik-adik ternyata masih penasaran ya ? Okee, mari saya bahas. Menurut KBBI:
umum 1 a mengenai seluruhnya atau semuanya; secara menyeluruh, tidak menyangkut yg khusus (tertentu) saja: DPR mengadakan pemandangan -- tt rencana undang-undang; 2 a untuk orang banyak; (untuk orang) siapa saja: setiap pagi bus -- penuh dng penumpang; kepentingan --; kamar mandi --; rapat --; 3 n orang banyak; khalayak ramai: pd jam-jam tertentu perpustakaan itu dibuka untuk --; 4 v tersiar (rata) ke mana-mana; (sudah) diketahui orang banyak: peristiwa itu sudah --; (pd) -- nya galibnya; kebanyakan: Budi Utomo pd -- nya dianggap sbg permulaan kebangkitan nasional; meng·u·mum·kan v memberitahukan kpd orang banyak; memaklumkan; menyebarluaskan: ~ hasil pemilihan pengurus; ~ penemuan baru melalui majalah ilmiah; mem·per·u·mum v menjadikan umum; memperluas: ia perlu ~ pengalamannya; peng·u·mum·an n 1 proses, cara, perbuatan mengumumkan: sudah disepakati bahwa ~ itu akan disampaikan sendiri oleh ketua; 2 yg diumumkan; pemberitahuan; permakluman: ~ itu ditempelkan di papan yg dapat dilihat orang; se·u·mum·nya adv 1 seluruhnya; semuanya; secara rata; 2 pd umumnya
Kalau dilihat dari perbuatan, perbuatan yang umum merupakan perbuatan yang biasa atau sering dilakukan oleh suatu kaum di suatu daerah atau di suatu waktu. Jadi intinya kalau A itu sering dan biasa dilakukan berarti A merupakan suatu perbuatan yang umum. Sudah paham kan adik-adik? kalau begitu mari saya lanjutkan ke kata berikutnya.
4. Kak! Kak! Kalau beda apaan kak? Haduuh, belum tau arti kata beda ya? Mari saya jelaskan. Jadi, menurut KBBI :
be·da /béda/ n 1 sesuatu yg menjadikan berlainan (tidak sama) antara benda yg satu dan benda yg lain; ketidaksamaan: kelakuan anak itu tidak ada -- nya dng kelakuan ayahnya; 2 selisih; pautan: barang impor dan barang buatan dl negeri -- harganya tidak seberapa; -- potensial Fis selisih tegangan listrik antara dua titik yg ditinjau, biasanya dilambangkan dng V; ber·be·da v ada bedanya; berlainan: mereka mempunyai potongan rambut yg -, seorang panjang dan seorang lagi pendek; ber·be·da-be·da v berlain-lain; berlainan: kepala sama hitam, pendapat -; ber·be·da·an v cak berbeda; mem·be·da·kan v 1 menyatakan ada bedanya: dia belum dapat - mana yg benar dan mana yg salah; 2 memperlakukan berbeda (tidak sama); memisahkan: kita harus dapat - antara urusan pribadi dan urusan dinas; mem·be·da-be·da·kan v menganggap (memperlakukan) berbeda (tidak sama); pilih kasih: kita jangan - antara orang yg kaya dan yg miskin; kita harus bersikap adil, jangan - anak-anak kita; ter·be·da-be·da·kan a dapat dibeda-bedakan; per·be·da·an n 1 beda; selisih: perpecahan terjadi krn - paham; 2 perihal yg berbeda; perihal yg membuat berbeda: - perlakuan thd tamu menyalahi aturan rumah penginapan itu; mem·per·be·da·kan v menganggap (memperlakukan) berbeda (tidak sama) dr yg lain; memperlainkan: kamu jangan - anak itu, saya kira dia pun sama dng yg lain; pem·be·da n 1 orang yg membedakan; 2 alat yg membedakan; pem·be·da·an n proses, cara, perbuatan membedakan
Secara gamblang, beda adalah tidak sama. Udah tahu kata sama kan? Jangan sampai bikin KBBI-nya tak sobek-sobek -.-". Dalam hal perbuatan, berbeda adalah suatu perbuatan yang tidak sesuai dengan "budaya" perbuatan suatu kaum di suatu tempat atau suatu waktu. Cukup dengan penjelasannya saya sudah muak!
Okay, now let's share out thoughts. Now, it's time for me to share my thoughts special just for you ;D. Jadi begini, kita hidup di dunia pasti diarahkan untuk berbuat baik, baik itu dari orang tua, lingkungan sosial ,maupun agama kita, sehingga apabila dipandang dari sudut yang ideal, sesungguhnya berbuat baik itu adalah suatu tujuan hidup dan lumrah dilakukan banyak orang. Dari situlah mulai terbesit pikiran yang sedikit, agak, lumayan, sangat mengganjal di otak ini. Apakah itu? the Mad/Crazy/Insane/Whatever World. Dewasa ini, kejahatan sudah muncul di mana-mana, sudah menjadi budaya, sudah melekat dan tidak ada yang mampu memberantasnya, kecuali ada semacam atau atau bahkan ....................di dunia ini.
Untuk perbuatan yang melanggar hukum secara berat, otomatis terlihat dengan jelas dan dapat diproses secara hukum serta mendapat hukuman, entah itu sesuai atau tidak, yang jelas mendapat hukuman. Itu secara duniawi. Kita ambil contoh Gayus Timbunan, dia telah menimbun uang negara sehingga merugikan keuangan negara yang banyak. Setelah ketahuan tingkah lakunya dia dihukum 7 tahunn dan denda 300 jeti rupiah saja. Ya lumayan lah daripada lolos.
Oke, itu untuk yang terlihat dan ketahuan. Lalu bagaimana dengan yang invisible? Bagi yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi serta iman yang kuat pasti tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain atau perbuatan yang menimbulkan dosa. Perbuatan-perbuatan tak terlihat itu tidak dihukum di "sini" tapi di "sana"? Banyak hal-hal yang dapat menjadi contoh-contoh perbuatan itu.
Bagaimana dengan legalitas content yang diunduh oleh pengguna internet? apakah itu legal? illegal? halal? haram? makruh? Sebagai contoh, kita mengunduh file lagu di internet entah itu .flac, .mp3, .wav, ato bahkan .mid. Apakah itu legal untuk didownload? Apakah pembuat rela dengan begitu saja hasilnya dinikmati semua orang dengan cuma-cuma? Apakah kita mau tahu tentang hal itu?
Itu untuk file yang kecil, lalu bagaimana dengan Film? Gambar bergerak yang berdurasi kurang lebih satu setengah jam, dengan besar file kurang lebih 1 GB, didapatkan dengan gratis sedangkan yang membuat bersusah payah membuatnya berbulan-bulan dengan mengorbankan fisik, mental, serta finansial. Itu semua hanya habis dalam 2 jam.
Kita hidup di dunia ada aturannya, aturan dari bumi dan aturan dari langit. Dalam arti aturan yang dibuat dan disepakati oleh sesama manusia dan aturan yang dibuat oleh Sang Pencipta, yang bisa juga disebut agama. Jadi dalam bahasa matematika, kita harus memenuhi syarat, berupa irisan range aturan bumi dan langit. Kita harusnya mendapatkan sesuatu yang legal dan halal. Bukan sebaliknya dan dibalik-balik. Kalau suatu hal itu legal namun haram kita berdosa, kalau suatu hal itu illegal namun halal kita melanggar "peraturan bumi" dan berdosa, kalo suatu hal itu haram dan illegal kita melanggar "peraturan bumi" dan berdosa plus.
Sebagai contoh yang halal namun illegal adalah mendownload film motivasi yang seharusnya didapatkan dengan membeli namun hanya diambil begitu saja. Haram namun legal adalah mendownload film "motivasi-bagi-kaum-adam-biasanya" yang boleh diunduh secara cuma-cuma. Sedangkan yang paling parah adalah mendownload film "motivasi-bagi-kaum-adam-biasanya" yang harusnya bayar tetep aja dibajak.
Jadi saya mengajak pembaca untuk bersama merenungi perbuatan kita dan saling mengingatkan. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, itulah yang akan terjadi kalo dosa-dosa kecil terus kita lakukan.
Terlepas dari itu, sungguh ironis bahwa perbuatan umum buruk lah yang terjadi bukan sebaliknya. Saya sering mendapati kejadian, semisal si A memungut sampah yang tergeletak di dekat B lalu membuangnya di tempat sampah, lalu komentar si B "wuss, nggaya e resikan". Bukankah seharusnya A yang menyalahkan B karena tidak membuang? Salah satu contoh perbuatan "berbeda" yang baik. Keburukan di lingkungan kita harus perlahan dihilangkan dengan sesuai membiasakan diri dengan melakukan kegiatan yang baik. Saya tau kalo ini semua adalah hal yang biasa, biasa diucapkan oleh para pendidik, namun sedikit dari kita yang mengindahkan. Saya yakin kalau banyak dari kita yang mau mulai menyadari dan menjalankan, maka orang lain akan terpengaruh dengan cepat. Think globally act locally! Mulailah dari lingkungan kecil, lama kelamaan akan berkembang ke area yang lebih luas. Jadilah agent of change!
Point penting:
1. Berpikir panjang dalam melakukan sesuatu, bagaimana sesuatu itu berasal dan bagaimana akibatnya melakukan sesuatu.
2. Jadilah pribadi yang baik bagi lingkungan
3. Be strong to every condition! Tanpa keberanian dan kekuatan menghadapi lingkungan, tidak ada perubahan.
4. Mulailah perbaikan diri dari sekarang, dan jangan takut untuk membenarkan suatu keadaan.
5. Saling mengingatkan :)

4 comments:

  1. Because so long article (**peace...), so I just read the conclusion "point penting". Hmmm...addition for "point penting": Believe that we can get the best if we always give the best :). Keep writing!! (better under UGM domain....ehhehehhehe)
    Request : try to write in english :p

    ReplyDelete
  2. i agree with you ma'am! it is a looong article :D
    As i guess, readers will just do skipping instead of skimming -.-

    thanks for the comment miss Afia :)

    by the way, i've just activated UGM e-mail this afternoon, haha. I'll try to say hello to the UGM web tonight hehehe

    ReplyDelete
  3. good point! and i agree with it.
    just remember with the old-quote :
    "membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa"

    ReplyDelete

Feels free to comment :)